Review Buku - Atomic Habits



Senang rasanya berhasil menyelesaikan membaca buku ini dalam kurun waktu satu bulan. Momentum aku beli buku ini bersamaan saat aku sign up GYM mermbership. Jadi buku ini juga yang menemaniku terkadang saat jalan di treadmill. Aku memutuskan untuk membaca ulang buku ini, aku yakin perna membaca buk ini sebelumnya dulu di waktu kuliah minjam ke teman, mungkin buku yang berbeda tapi topik sama terkait habit. Nah, ada semacam keinginan dalam diriku buat baca ulang buku ini, setelah membaca sample buku di Google Play, aku memutuskan untuk membeli e-book nya. Karena ada habit baru yang ingin aku bangun, dan ada kebiasaan buruk yang ingin kuhapus tapi tak kunjung berhasil, aku mulai menyalahkan diri tentanh betapa buruknya diriku, sampai James Clear dalam bukunya bilang, bahwa aku tidak salah, ini adalah salah sistem, caraku untuk mengubah habit burukku belum tepat. Makanya masih terulang. Membaca atomic habit,memberikanku langkah konkrit apa yang harus kulakukan dengan kebiasaan burukku. Singkat kata, buat habit buruk itu tidak terlihat, maksudky hal yang memicu habit buruk itu jangan sampai kelihatan, jangan sampai ke trigger. Kedua, jadikan habit buruk itu tidak menarik, jadikan habit buruk itu mengecewakan, bahkan ada dalam bab James Clear terapkan aturan konsekuensi terhadap suatu habit, sampai kamu jera dan tidak mau mengulanginya lagi. Semacam kontrak kesepakatan dengan diri sendiri dan disaksikan oleh orang lain. Membaca buku ini, sejauh ini tidak membuatku pusing dan kata-katanya di rangkai dengan baik dan mudah dimengerti. Aku pun merasa bangga karena bisa meluangkan waktu  untuk bisa membaca bab demi bab walaupun tidak tiap hari. Aku merasa membuat sebuah progress yang baik.

Terkait progress, James Clear juga memberikan nasehat, pentingnya mencatat, tindakan yang udah kita lalukan saat memulai habit baru, agar kita bisa melihat progress nya nanti walaupun itu kecil. Di juga menekankan refleksi diri secara berkelanjutan, baik itu refleksi tiap hari maupun berkala secara bulanan dan tahunan. Karena kedua jenis refleksi ini penting. Refleksi tahunan memberikan kita gambaran umum tentang apa yang telah terjadi, dan menghubungkan banyak cerita, sedangkan refleksi harian, seperti bercermin terlalu dekat dan kita tidak bisa melihat gambaran besar, karna sibuh sama hal hal detail dan kecil. Intinya ada plus minusnya, namun refleksi dan peninjauan ulang terhadap kebiasaan itu penting.

Berawal dari membaca atomic habit, aku juga check out buku lainnya di bulan yang sama. Aku senang dan bangga pada diriku yang mau membaca, semoga ini adalah pertanda yang baik, sebuah progress untuk menjadi diri yang lebih baik lagi. Lebih bijaksana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Buku The Midnight Library - By Matt Haig

Picnic: A Little Joy with a Blanket and a View

Refleksi Buku Rindu - Tere Liye