Bolehkah aku menyerah saja? Sepertinya perluang untuk mengikuti Teacher Training MEXT 2026 bukan untukku. Sayang sungguh sayang sekali, aku butuh waktu tambahan 4 bulan, untuk melengkapi masa bakti mengajar supaya genap 5 tahun. Aku kira aku sudah mengajar di sekolah tepat 5 tahun ternyata belum. Asumsiku sendiri telah membuatku sedih dan kecewa. Untuk teman-teman guru lain, misal berminat untuk belajar lagi ke Jepang, bisa banget nih daftar MEXT 2026 untuk teacher . Program pendaftarannya baru dibuku 24 Desember 2025 lalu sampai 22 Januari 2026 Nanti. Selagi teman teman punya ijazah S1 , Transkrip S1 , Surat rekomendasi dari kepala sekolah dan surat keterangan mengajar selama 5 tahun baik dari 1 sekolah maupun akumulasi dari beberapa sekolah, teman-teman bisa mendaftar. Jangan cemas dengan sertifikat bahasa Jepang , karena itu optional. Kalau teman-teman punya sertifikat Bahasa inggris, IELTS / TOEFL itu sudah cukup. Setelah brainstorming Study plan , mengisi formulir pendaft...
Ketika aku menulis "Ancient Learning Technique", teknik kuno dalam belajar, tak lain dan tak bukan adalah memorization atau menghafal. Siswa jaman now, banyak beranggapan bahwa menghafal itu gak penting dan tidak bermakna, ditambah lagi sekarang semua informasi tinggal diketik melalui mesin pencari, sebut saja "mbah google". I can say that all you need is in your finger tip. Tahukah kamu? Ada pendapat lain, mengenai hebatnya dan betapa bermanfaatnya teknik menghafal ini. Mari kita lihat kembali sejarah orang-orang hebat terdahulu, dokter, filosofer, pemusik, penyair; mereka tidak menjadi professional dengan tiba-tiba. Mereka juga mengawali proses belajarnya dengan menghafal. Penyair dengan hafal baik-bait puisinya, Avicenna, bapak kedokteran modern, dengan hafalan bagian anatomi tubuh manusia, jaksa atau hakim dengan hafalan pasal-pasal dalam kepala mereka. Hal ini menunjukkan bahwa menghafal merupakan pondasi dasar dalam berfikir dan mewujudkan suatu pembaharuan pe...
Buku yang aku beli bulan Mei lalu, akhirnya selesai kubaca di akhir Juni ini. Aku memutuskan membeli buku ini setelah melihat beberapa review di sosial media, bahkan ada selebriti muda perempuan Indonesia yang juga sekaligus awardee LPDP mengulas buku ini dan merekomendasikannya untuk dibaca. Selain alasan ini, aku masih punya alasan lain kenapa membeli buku ini yaitu karena tokoh cerita Nora Seed mengalami depresi dan melakukan bunuh diri. DEPRESI, aku kira pada usia 30 an kita sudah menjadi lebih stabil secara emosional, namun tetap saja banyak orang yang masih mengalami krisis kehidupan di usia ini. Aku merasa mengerti dengan apa yang dialami oleh Nora. Melihat bagaimana Nora, berpetualangan di buku yang berbeda di perpustakaan tengah malam saat kondisi kritisnya, aku menyadari sesuatu bahwa sepertinya kita tak akan pernah benar-benar stabil dalam setiap fase kehidupan, karena dari sunnatullah kehidupan, hukum alam adalah terus bergerak dan dinamis. Sebagai contoh, ketika ada gempa,...
Komentar
Posting Komentar