Langsung ke konten utama

'Victorian Teaching Profession Code of Conduct' and Noddings’ ideas about the caring relation in teaching.



Teaching Profession Code of Conduct describes a set of principles related to the professional conduct, personal conduct and professional competence expected of a teacher by their colleagues and the community. In the first section of professional conduct, regarding the relationship with learners, one of the principles is that teachers provide opportunities for all learners to learn. Through the lens of Nodding (2012), the attempts to provide opportunities for all learners by listening to the voiced and unvoiced needs of the students and create caring relationship. The failure to listen can cause suffer for students. Therefore, caring and personal relationship is important to avoid the assumed needs and respond the expressed needs of students. Caring is not about affection and empathy; it also involves the cognitive dimension that can help students find what they love in life as key happiness besides expecting a high score in a standardised test. Then, Victorian teachers are encouraged to communicate well and appropriately with their learners. This attempt aligns with Nodding’s perspective, in a caring relationship that after teachers listening and reflecting their students, teachers should respond positively. If teachers cannot communicate their response positively, she/he must still respond in a way that maintains the caring relationship with students. 

 

In the second section, regarding personal conduct, it has an impact on teacher’s professionality. Victorian teachers are expected to be positive role models in education settings and in the community. This principle related to Noddings’ (2012) idea that teachers as moral educators, so opening discussion about moral problems among students in the class and offer some ways to manage those issues is an excellent way to share moral values for students. Nodding (2012) believed that this effort would help to create a climate for caring (P.8). After creating a climate for caring, the teacher expects that moral climate will extend to the wider community. Nodding (2012) argued that the powerful tool to make it happen is the receptive learning that makes someone able to listen, respect other’s perspective from the different social and cultural background and increase their understanding about their belief.

 

In section three, professional competence, Victorian teachers are knowledgeable in their areas of expertise, committed to pursuing their professional learning, and complete their duties in a responsible, thorough and timely. However, Nodding (2012) argued that teachers should have unusually broad intellectual competence (P.8) to address the variety and legitimacy of the needs expressed by students. In other words, teachers should make connection longitudinally within a discipline and laterally across the discipline as part of their professional competence.

 

Reading and analysing these two papers, I found that even though the value that underpins the code of conduct are code of ethics-integrity, respect and responsibility and emphasise on the professional relationship between teachers and students, many principles in this document align with the personal relationship and the code of ethics care which is proposed by Nel Nodding. For example, some points show that teachers act the best interest of learners, maintain a professional relationship with learners, parents/carers, and community, behave in ways that respect and advance the profession, act with care and compassion, treat learners fairly and impartially. 

 

 

 

Reference: 

 

Nel Noddings (2012) The caring relation in teaching, Oxford Review of Education, 38:6, 771- 781, DOI: 10.1080/03054985.2012.745047

 

Victoria Institute of Teaching. (2016).The Victorian Teaching Profession Code of Conduct. Retrieved from www.vit.vic.edu.au/__data/assets/pdf_file/0018/35604/Code-of-Conduct-2016.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Grow with You

Hari ini aku mau menulis catatan refleksi terkait hal-hal yang aku rasa work well ketika belajar bersama murid-muridku. Saat pelajaran Bahasa Inggris kemarin, kita memperdalam skill reading dengan mempelajari sequence of events. Untuk anak-anak, terkadang membaca adalah hal yang membosankan bagi mereka jika dibandingkan dengan menonton video game atau bermain game itu sendiri. Apa yang harus ku lakukan agar kegiatan membaca lebih menyenangkan? Haruskah aku mengarahkan anak-anak untuk membaca nyaring dan menyimak bacaan?  Ya! Hal ini cukup efektif dengan syarat, aku sebagai guru benar benar harus mengingatkan mereka untuk being respectful ketika teman yang lain membaca. Sejenak mereka menyimak, lalu beberapa menit kemudia konsentrasi mereka buyar, lalu guru akan mengingatkan mereka lagi. Begitulah hal yang terjadi sampai paragraf akhir. Aku ingin cara yang berbeda kali ini. Aku membagi anak-anak dalam 3 kelompok yang masing-masing terdiri dari 6 orang. Mereka melakukan membaca nyari...

Ringkasan Buku Educated

Aku setuju bahwa memoar yang ditulis Tara benar-benar kisah yang menginspirasi, menyentuh hati dan bagaimana bukti kekuatan pendidikan mengubah kehidupan. Harga yang dibayar Tara untuk sebuah perubahan besar dalam hidupnya adalah kehilangan keluarganya (Ayah, Ibu dan empat saudaranya). Sebuah jurang pemisah telah muncul diantara mereka dan tumbuh melebar seiring bertambahnya pengetahuan Tara dan tiga saudara lainnya yang juga memutuskan untuk memperoleh pendidikan formal sampai jenjang paling tinggi dengan gelar doktor. Ayah dan Ibu Tara, benar-benar tidak bisa menerima perubahan Tara, mereka tidak mau bertemu dengan Tara, menganggap Tara adalah anak yang kerasukan seta. Mereka benar-benar fanatik terhadap kepercayaan mereka yang aku pun tidak bisa percaya dengan pola pikir mereka. Tara menghadapi masa masa sulit sejak masa kanak-kanaknya. Hidup, tumbuh besar di ladang barang rongsokan, membantu ayahnya mengoperasikan alat berat, dan pekerjaan berat lainnya yang hampir membuat dia kehi...

Bangga Jadi Guru, Berani Menginspirasi

Ketika siswa kelas 5 yang saya ajar tahun lalu menerapkan pelajaran figurative language pada poster ulang tahun yang mereka ucapkan untuk saya. Usia saya 30 tahun. Saya merasa ragu dan tidak percaya diri dengan pilihan karir saya, namun saya merasa murid saya begitu menyayangi saya. Setiap mereka menulis satu – dua kalimat menggunakan metaphor , idioms, hyperbole tentang saya.Saya tidak menyadari betapa sweet nya mereka. Saya terharu dan bangga, bagaimana mereka benar-benar terinpirasi dengan apa yang saya ajarkan di kelas dan mengunakannya untuk mempuat poster ucapan ulang tahun. Ternyata pelajaran Bahasa Inggris figurative language yang saya ajarkan bersama murid-murid saya memberikan kesan mendalam pada mereka dan mereka sangat pandai dalam menggunakannya.Hal ini sangat bearti bagi saya, ini pertama kalinya ulang tahun saya dirayakan oleh siswa-siswa saya. Saya baru mulai karir sebagai guru, kurang dari lima tahun. Saya merasa berarti, saya merasa keberadaan saya penting bagi mur...